Senin, 17 Agustus 2020

Perjuangan Guru di Era Pandemi

oleh: Endang Titik Lestari, M.Pd
Kepala SD Negeri Candisari Kabupaten Purworejo


Enam bulan telah berlalu, pandemi covid-19 belum juga usai. Sejak 24 Maret 2020, Mendikbud mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan pendidikan di masa pandemi covid-19, salah satunya  kebijakan menetapkan bahwa proses belajar untuk sementara dilakukan secara online dari rumah masing-masing, sehingga pembelajaran tatap muka tidak dapat lagi dilaksanakan. Padahal interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran sangat penting sekali untuk mengetahui kemajuan proses belajar siswa. Dengan adanya proses belajar secara daring, guru harus benar-benar dalam memperhatikan belajar siswa. 

Kebijakan belajar dari rumah (BDR), bagi  guru merupakan tantangan yang harus dihadapi. Bagaimana menjadi seorang guru yang tanggap, tangguh, trengginas, dan cerdas dalam menyikapi situasi dan kondisi era pandemi covid-19 ini. Tatanan sosial kehidupan dunia semua mengalami perubahan, tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran tatap muka tidak dapat lagi dilaksanakan. Pemerintah tetap memberi kebijakan untuk tetap belajar dari rumah (BDR) dengan pola pembelajaran jarak jauh (online). Tentu saja hal ini bukan hal yang muda, karena banyak hal yang harus disiapkan terutama teknologi dan informasi.

Kondisi Darurat COVID-19 saat ini, telah memaksa dunia masuk pada tatanan sosial baru, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Kebijakan physical distancing “melarang peserta didik belajar di sekolah” merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh semua guru. “Bagaimanapun kondisinya, pembelajaran harus tetap berlangsung untuk mencapai target pencapaian kompetensi yang telah ditentukan, yaitu melalui pembelajaran di rumah (BDR) dengan pola pembelajaran jarak jauh”. Bagi guru tentu saja hal ini bukan perkara yang mudah, karena pembelajaran jarak jauh menuntut kreatifitas dan inovasi yang tinggi, untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu di era pandemi covid-19 ini, penggunaan teknologi informasi berbasis jaringan (online) sangat dibutuhkan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran jarak jauh.

Surat edaran yang menyatakan guru untuk dapat bekerja dari rumah saja atau work from home ini bertujuan untuk meminimalisir dan memutus rantai penyebaran coronavirus. Sehingga tidak heran kalau pemakaian jaringan internet saat ini melonjak banyak dari penggunaan normal sebelum adanya pandemi yang semakin merebak ini.

Permasalahan tersebut tentu saja harus segera terselesaikan. Salah satu solusi yang ditempuh guru-guru SD Negeri Candisari, terutama kelas tinggi menggunakan classroom dan gmeet. Classroom merupakan sebuah fitur yang efisien, mudah digunakan, dan membantu guru dalam mengelola tugas. Dengan Classroom, guru dapat membuat kelas, mendistribusikan tugas, memberi nilai, mengirim masukan, dan melihat semuanya di satu tempat. Classroom menyederhanakan tugas yang berulang dan membantu guru untuk lebih berfokus pada tugas terpentingnya, yaitu mengajar. Kecuali itu, dengan Classroom, guru dan siswa dapat login dari komputer atau perangkat seluler apa pun untuk mengakses tugas kelas, materi pelajaran, dan masukan. Dan juga guru dapat melacak progres siswa untuk mengetahui di mana dan kapan harus memberikan masukan tambahan. Dengan alur kerja yang disederhanakan, energi guru dapat lebih difokuskan pada pemberian rekomendasi yang membangun dan dipersonalisasi bagi siswa.

Kecuali classroom, guru juga berselancar dan mengajar secara online agar kelancaran konferensi onlinenya terjaga. Untuk mencapai harapan tersebut banyak guru yang mencari alternatif lain dengan menggunakan berbagai macam aplikasi agar mereka tetap dapat mengajar dan menyampaikan materi tanpa terputus- putus. Salah satunya adalah Gmeet (Google Meet)

Apakah itu gmeet (google Meet)? Gmeet merupakan penciptaan dan pembaruan yang jauh lebih menarik dan menawarkan fitur- fitur terbaik dibandingkan dari pendahulunya, Google Hangouts klasik. Keunggulan yang ditawarkan gmeet diantaranya: 1) Membantu siswa dan guru untuk tetap melakukan interaksi dimana saja mereka berada dengan menggunakan video call. 2) Interface atau antarmuka yang unik dan fungsional dengan ukuran ringan serta cepat, mengedepankan pengelolaan yang efisien, mudah guna (user friendly) yang dapat diikuti semua siswa. Guru dapat mengundang siswa dan berbagi fitur.

Namun demikian semua aplikasi atau media tentunya tidak ada yang sempurna, tentu ada kekurangannya. Demikian pula dengan gmeet ada kekurangannya, diantaranya membutuhkan kuota yang signifikan sehingga membebani siswa maupun guru.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan media melalui classroom maupun gmeet semuanya membutuhkan kuota yang membebani siswa maupun guru. Namun demikian aplikasi ini merupakan media yang paling efektif dalam pembelajaran di era pandemi covid-19 ini.

   



6 komentar:

  1. Artikel yang bagus Bu....👍

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat...artikelnya sip 👍👍

    BalasHapus
  3. Bagus.. Lanjutkan untuk berkarya

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat..terus berkaya dan tetap semangat..

    BalasHapus
  5. https://goresanpenatitik.blogspot.com/2020/08/perjuangan-guru-di-era-pandemi.html peserta lomba blog nomor 130

    BalasHapus
  6. Sungguh luar biasa artikelnya, lanjut terus untuk berkarya 👍

    BalasHapus